rahainspire,,,

Greetings Pal! Welcome to my blog

Come and explore the power of ELI concept2009,
And see how we can motivate up your perception of the life.
" 'Cause, life is just about
how to see it"

Showing posts with label ideologi. Show all posts
Showing posts with label ideologi. Show all posts

Jan 9, 2009

Musik, miris dan ironis

Kemaren, pas abis jumatan...saya ngedenger seorang anak kecil yang nyanyi


hanya kamu yang bisa membuat aku jadi tergila-gila
membuat aku jatuh cinta, karena tak ada yang lain sepertimu...
berkali kumencoba, membuat aku jadi tergila-gila
membuat aku jatuh cinta, karena tak ada yang lain sepertimu...

Heu, salah emang. balik lagi balik lagi --dasar emang anak SD--
Tapi, yang jelas yang membuat saya miris bukanlah kesalahan lirik yang dia nyanyikan
melainkan pemilihan lagunya... 
--maksudnya, anak kecil kok nyanyinya yang begituan??

Miris dan ironis emang ngeliat industri musik di Indonesia yang seringkali salah pasar.
Lagian ya, kalo diliat-liat kok tema-tema lagu di Indonesia ini semuanya tentang cinta? Belum lagi bahasa yang mereka --band dan para pencipta lagu-- gunakan adalah yang itu-itu aja.
Kata-kata seperti kesetiaan, kasih sayang, selingkuh, cinta kamu apa adanya, kenapa, apa ya... pokoknya yang kayak gitu deh...

Dalam pikiran saya terbersit, emangnya di dunia yang majemuk dan fana ini (alah) cuma ada yang namanya cinta? Dan seperti yang udah saya utarain di atas, salah pasar pula.
Seinget saya, waktu saya kecil --emang sekarang udah gede ya??-- saya nyanyi balonku, pelangi, topi saya bundar, burung kakak tua...dll belum kenal tuh yang namanya Agnes, Padi, Slank dkk.

Dan masalah tema yang diangkat oleh para pencipta lagu, pasti nggak jauh dari yang namanya cinta. Emang cinta itu apaan sih? Kalo dikaitkan dengan lagu-lagu yang mereka buat, esensi dan substansi (alah) dari definisi cinta tersebut udah ilang --walaupun nggak semua.

Kalo saya bandingin sama lagu-lagu luar negeri misalkan...
What I've done-nya LP 
(buset, ini lagu emang syarat makna banget)
atau
Reflection-nya si Christina Aguilera
(sumpah, heart melting nih...)
atau
Hero-nya si Mariah Carey
Kan beda banget tuh, sama lagu-lagu yang ada di Indonesia...
Lagu-lagu tersebut mengangkat tema tentang fenomena hidup. Lebih inspirasional dan persuasif. Lebih mengutarakn untuk membenahi diri kita, mengetahui kesalahan hidup kita dan membetulkannya.

Tapi, nggak berarti di luar pun nggak ada lagu cinta-cintanya. Lagu-lagu seperti
First love-nya Utada Hikaru
atau
My heart will go on-nya Celine Dion
--yang legendaris tea--
atau
Call me when you're sober-nya Evanescense
pun mengungkapkan tentang cinta. Tapi --lagi-lagi-- jauh berbeda dengan yang ada di Indonesia. Kalo saya ngeliat perbendaharaan kata yang orang luar pakai labih puitis dan tidak langsung, mereka menyampaikan istilah cinta nggak secara harfiah. Beda dengan yang ada di Indonesia kan? Bahasa Indonesia yang langsung dan apa-adanya membuat kesemuanya itu seperti sama atau hanya hasil saduran semata.

Walaupun emang nggak semua lagu kayak gitu ya... masih banyak kok lagu-lagu yang pake permainan kata --kayak Peterpan, Melly dsb--tapi nggak sedikit juga lagu-lagu yang garing --kayak lagunya Tiket, Bonus, Anima-- kayaknya mereka--band-band baru-- seolah cuma menyalin teks lagu yang udah ada dan mengganti beberapa kata lalu mengubah aransemennya...
Jadi, membuat bosan. Apalagi saya. Membuat saya lebih memilih lagu kartun-kartun Jepang.
heu, heu heu

Nah, menurut kalian, siapa yang salah?
Para insan musik kah?
atau
para penikmat musik --termasuk anak-anak-- kah?

Nov 29, 2008

Preamboule

landasan dan/atau pedoman blog ini yang akan selalu saya puja,

idealisme

idealis + isme =

ideal (sesuai ukuran/tempatnya; pantas; sempurna)

+ akhiran is (menunjukkan sifat ke- -an )

+ Isme = paham

Jadi bisa dikonklusiin kalau idealisme itu adalah paham yang menuntut manusia penganutnya untuk selalu berbuat yang ideal dan sebaik-baiknya, apapun itu yang penting ideal.

* * *

Pernahkah kalian merasakan beberapa hal yang menururt kalian kurang pantas?

Misalkan pada acara ulang tahun balon yang dipasang berwarna hijau, padahal kamu pengennya kuning karena kamu rasa lebih ceria.

Nah, kira-kira begitulah yang namanya idealis. Secara implisit yang demikian memang masih bisa dikatakan idealis. Tapi, idealisme yang bakalan saya up close (aduh istilahnya) adalah makna idealis yang lebih kaku, konservatif, mendalam dan universal..misalkan seseorang yang dengan taraf idealis pada tingkat expert sudah sampai mikirin “bagaimana membuat dunia ini menjadi lebih baik?”

Jreng jreng jreng jreng…

Pada dasarnya setiap orang yang ada di dunia pasti punya suatu ‘standar’ ideal yang (seharusnya) mereka perjuangkan. Namun yang jadi masalah adalah tinggi atau rendahnya standar tersebut, dan maukah mereka memperjuangkannya?

Nah, orang yang dengan standar tinggi dan keinginan untuk memperjuangkannya-lah yang disebut para idealis, sedangkan lawannya, realis.

* * *
Contohnya (yang simple aja), saya pake tabel biar lebih mudah mengkomparasikannya ya..

masalah

paham

idealis

realis

Mandi setiap hari

Harus 2 kali sehari agar kulit selalu bersih dan tidak bau

Bergantung gatal atau gak-nya badan, kalau iya 1 kali kalau gak ya gak

Nilai ulangan

Harus 10, bagaimanapun nilai sempurna merupakan yang terbaik

Berapa aja, jangan memaksakan keinginan dengan kemampuan kita

* * *
Ehm, jadi paham apa yang kalian anut? Idealis atau realis-kah?

Kalau sekira-kiranya kalian adalah penganut realis,

(seyogiyanya, kalian jangan memaksakan diri untuk membaca posting-postingan yang (kayaknya) kalian anggap bodoh dan tidak menapak bumi ini).

Kecuali kalian ingin belajar bagaimana caranya untuk lebih menghargai hidup kalian sendiri serta orang lain dengan idealisme kalian.